Optimis Kelulusan Siswa SMPN 2 Cangkringan 100 Persen

“Saya optimis 100 persen”. Begitu jawaban tegas Andi, Koordinator Akademik Program Rumah Bimbingan Belajar Tanggap Darurat (RBB-TD) Merapi, ketika ditanyakan perihal kelulusan anak-anak didiknya, Selasa (3/5) kemarin.

Program pendidikan yang dibentuk melalui sinergi Rumah Amal Salman ITB, Korps Relawan Salman (KORSA) ITB dan berbagai elemen masyarakat, resmi ditutup Sabtu (1/5) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan shelter (hunian sementara) Pengungsian Gondang Legi, Desa Harjo Binangun, Kecamatan Pakem, Sleman, DIY.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak korban bencana yang akan menghadapi UN. Maka, seiring berakhirnya UN berakhir pula kegiatan ini.

“Bentuk acaranya formal, mulai dari pelaporan hasil kegiatan dari panitia ke orangtua siswa yang hadir, pemutaran foto-foto kegiatan selama camp, penyerahan cinderamata kepada relawan dan pihak sekolah, sampai penyerahan hadiah kepada para juara lomba-lomba siswa seperti kebersihan dan fun games”, tutur Septian, Komandan KORSA yang juga Ketua RBB-TD Merapi.

Secara internal, program ini juga merupakan kelanjutan dari fase penanganan tanggap darurat bencana Merapi September lalu.

Jika dilihat dari perkembangan akademik siswa selama 3 minggu, program RBB-TD bisa dikatakan berhasil. Walaupun secara resmi nilai hasil kelulusan UN SMP baru akan keluar tanggal 4 Juni mendatang, panitia optimis akan kelulusan 100% pesertanya.

“Minimal siswa sudah menguasai 50 persen dari Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)” ujar Andi optimis. Ia berharap target awal mereka untuk meluluskan minimal 90 persen pesertanya dari Ujian Nasional tahun ini tercapai. (informasi ini dimuat di : salmanitb.com)