
Pada hari Selasa 18 Juli 2017, siswa siswi peserta didik baru SMP N 2 Cangkringan melakukan kegiatan Wisata Mandala. Adapun tempat yang dikunjungi antara lain : Museum Dirgantara Mandala, Taman Pintar, Keraton Yogyakarta dan Monumen Yogya Kembali.
Siswa siswi sangat antusias karena mereka mendapat banyak sekali wawasan dan pengetahuan yang baru.]
Di Museum Dirgantara Mandala, mereka memperoleh pengetahuan tidak hanya tentang pesawat tetapi juga seragam yang dikenakan TNI AU, tingkat golongan/jabatan di TNI AU juga berbagai jenis senjata. Tetapi walaupun ada banyak benda berbahaya, pihak museum tetap menjamin keamanan karena benda-benda tersebut diletakkan didalam bingkai kaca yang besar jadi siswa siswi bisa bebas berfoto ria disana. Siswa siswi serta bapak ibu pendamping juga dimanjakan dengan berbagai macam pesawat serta alat tempur yang ada di museum. Bahkan, pihak museum juga membuat ruangan baru dibawah tanah berupa sebuah lorong yang berisi foto-foto TNI AU pada jaman dahulu.
Setelah kunjungan ke Museum Dirgantara Mandala selesai, siswa siswi menuju Taman Pintar. Taman Pintar bukan hanya ditujukan untuk anak-anak tetapi orang dewasa juga karena didalamnya berisi banyak sekali percobaan sains yang menarik untuk dicoba. Di halaman depan sudah disajikan bangunan yang ada cap tangan dan kaki presiden Indonesia. Dibagian samping, ada taman bermain air dan lubang besar untuk menyampaikan suara. Masuk bangunan pertama kali, siswa siswi serta pendamping disuguhi dengan akuarium besar yang berisi ikan Arapaima, Alligator dan yang ikan-ikan lain yang berukuran besar. Masuk ke zona yang selanjutnya zaitu zona hewan purbakala seperti Dinosaurus. Taman Pintar menyediakan replika manusia zaman purbakala, dinosaurus serta telurnya dan suasana hutan pada jaman purbakala. Setelah itu ruangan selanjutnya yaitu ruangan yang terdiri dari 2 lantai dan berisi berbagai hasil sains yang bisa kita coba satu per satu. Ada tentang warna, harpa, sepeda, magnet dan yang lain. Di Taman Pintar juga ada zona air tentang kehidupan, zona anak yang berisi tentang makanan sehat, pengetahuan tentang hewan dan susu. Ada juga berbagai kuis yang dipajang di layar monitor sepanjang lorong. Tidak lupa ada zona presiden, zona pendidikan dan lain-lain.
Setelah itu, siswa siswi serta pendamping menuju Masjid Kauman untuk sholat dhuhur berjamaah dan dilanjutkan ke Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta bukan lagi hal asing, apalagi untuk warga Yogyakarta yang sudah sangat akrab dengan Keraton. Di Keraton Yogyakarta, siswa siswi dan pendamping dipandu dan diberi penjelasan mengenai setiap bangunan yang ada di Keraton. Dan sangat kebetulan sekali saat siswa siswi disana, Keraton baru saja selesai mengadakan acara Wisuda Naik Jabatan. Jadi siswa siswi bisa melihat iring-iringan abdi dalem yang memakai lurik biru beriring-iringan. Siswa siswi yang beruntung juga bisa berkomunikasi dengan orang luar negeri karena di kawasan Keraton menjadi salah satu destinasi turis.
Yang terakhir, siswa siswi menuju ke Monumen Yogya Kembali. Di Monumen Yogya Kembali, siswa siswi sudah disuguhkan dengan berbagai replika di Taman Pelangi. Ada berbagai pohon, bunga, buah, binatanag serta replika presiden Republik Indonesia. Walaupun lampu belum menyala tetapi replika tetap menarik untuk berfoto ria. Siswa siswi juga dipersilahkan untuk melihat film mengenai perjuangan Yogyakarta pada tahun 1949 untuk mengusir Belanda. Perjuangan Jenderal Soedirman beserta Tentara Nasional Indonesia serta pejuang-pejuang dari kota Yogyakarta yang berusaha menggempur Belanda dari berbagai arah.

