Kegiatan MPLS Hari Kedua

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua jam pertama diisi oleh Bapak Matovani Bekti Nugroho, S.Pd dengan materi Tata Tertib dan Tata Krama. Beliau memberikan penjelasan mengenai tata tertib apa saja yang berlaku di SMP Negeri 2 Cangkringan meliputi jam kegiatan belajar mengajar, seragam, penampilan siswa, bagaimana siswa bertutur kata serta gaya hidup siswa.

Kegiatan jam kedua diisi oleh Ibu Heni Tristianti, S.Pd. I  dengan materi Cara Belajar dan Penilaian. Ibu Heni menjelaskan detail cara belajar di masa pandemi ini. Di SMP Negeri 2 Cangkringan selama ini menggunakan media WA, Google Meet, Google Classroom dan Google Form dalam pembelajaran daring. Diharapkan nanti peserta didik baru bisa mulai belajar agar bisa mengikuti pembelajaran dengan lancar. Beliau juga menjelaskan lebih detail tentang penilaian siswa yang pada hari sebelumnya telah disampaikan oleh Bapak Muhtar, M.Si.

Dan kegiatan terakhir diisi oleh Puskesmas Cangkringan dengan materi Sosialisasi Covid-19. Seperti yang kita tahu bahwa saat ini Covid sedang merajalela. Khususnya di Sleman sendiri pada saat ini banyak daerah berwarna merah yang menandakan bahwa daerah tersebut banyak yang terkena Covid-19. Peserta didik diharapkan untuk lebih mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Memakai masker, menjaga jarak aman, cuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, mengkonsumsi makanan yang bergizi, berjemur dan juga olahraga. Diharapkan dengan kesadaran dan kewaspadaan dari diri masing-masing, bisa mengurangi penyebaran Covid-19.

Untuk Kelas VIII jam kedua diisi oleh Bapak Widodo dari Koramil Cangkringan. Beliau memberikan materi mengenai Bela Negara.

Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.

Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Hal tersebut merupakan wujud kecintaan seorang warga negara pada tanah air yang sudah memberikan kehidupan padanya. Hal ini terjadi sejak seseorang lahir, tumbuh dewasa serta dalam upayanya mencari penghidupan.

Secara fisik, hal ini dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut, sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut.

Dalam pelaksanaan pembelaan negara, seorang warga bisa melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa.

Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme. Nasionalisme adalah rangkaian kecintaan dan kesadaran dalam proses berkehidupan dalam negara dan bangsa, serta upaya untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. Selain itu, pembelaan bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan keaktifan dalam berperan aktif untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara.

Dan untuk Kelas IX jam kedua diisi oleh Ibu Nidiya selaku Kapolsek Cangkringan. Beliau memberikan materi mengenai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Kamtibmas menurut pasal 1 Undang-undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 bahwa disebutkan pengertian Kamtibmas adalah keamanan dan ketertiban masyarakat suatu kondisi dinamis masyarakat salah satu persayarat terselenggaranya proses pembangunan Nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum sehingga tercapainya serta terbinanya ketentraman yang mengandung kemampuan membina serta menegmbangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam rangka menangkal, mencegah, serta menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum serta bentuk-bentuk lainnya yang meresahkan masyarakat.

Dengan sesuai ketentuan UUD 1945 bahwa setiap warga Negara mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum maupun Pemerintahan terhadap siapapun yang melanggar hukum akan dikenakan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Dengan menyadarai arti pentingnya fungsi hukum bagi kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara maka Pemerintah menyelenggarakan pembinaan terhadap semua unsur-unsur hukum. Sasaran pembinaan hukum selain materi hukum dan lembaga hukum adalah terhadap budaya hukum.

Kesadaran akan perlunya pembinaan budaya hukum dikarenakan berkembangnya pemikiran bahwa hukum baru akan mulai efektif apabila masyarakat telah mengetahu, memahami, dan melaksanakan aturan hukum secara konsisten. Kegiatan pembinaan budaya hukum diantaranya adalah dengan penyuluhan hukum.

Ibu Kapolsek berpesan agar siswa kelas IX fokus belajar untuk menghadapi ujian di tahun mendatang. Siswa juga diharapkan tidak bepergian jika tidak ada kepentingan. Karena beliau sering memergoki siswa-siswa SMP yang nongkrong di Bunker ataupun di tempat-tempat lain saat sore hari. Siswa juga dihimbau agar tidak mengendarai sepeda motor karena memang belum waktunya. Apalagi sampai kebut-kebutan di jalan tanpa memakai helm.